Tuesday, November 28, 2006
Waktu Yang Berputar
Tuesday, November 14, 2006
Kawah Putih Ciwidey
Sunday, November 05, 2006
Penang and Singapore, a Long Journey (part 2)
Hari berikutnya adalah hari-hari tour saya di kota Singapore, saya ngelancong ke Esplanade Theatre, Merlion Statue di Esplanade Road, Raffles Mall, Orchard Road. Tapi ada satu tempat yang tidak saya rencanakan untuk saya datangi, yaitu Singapore General Hospital. Yak, akhirnya saya putuskan ketemu dengan dokter yang di refer oleh dokter THT Penang, yaitu Dokter Chan Yew Meng, Senior Consultant ENT Department Singapore General Hospital.Kembali saya di examine lagi, dilakukan tes Audiogram, Vocabulary Discrimination. Dr.Chan mengharapkan saya dapat melakukan test MRI untuk kepala saya. Wahhhh.... mahal nih, saya pikir, dan ternyata..... emang mahal :D biayanya $SG 1000 plus. GILAAA...... 6 juta rupiah-an donk. Akhirnya dengan berat hati, saya minta ijin untukmelakukan scan di Jakarta saja, siapa tahu lebih murah (....dan memang lebih murah).
Keesokan harinya pun saya kembali ke Jakarta via Batam setelah perjalanan yang melelahkan. Yah, memang hasil dari journey saya ini mungkin kurang memuaskan, tapi saya positif thinking aja, tidak pernah terpikirkan 3 atau 4tahun yang lalu saya akan bisa melakukan perjalanan seperti ini, perjalanan yang nekat ini, God, cuma karena my dear Lord aja saya bisa begini. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan, sekarang i'm back to my real life again, berjuang, bekerja, berinteraksi dan beribadah. Friday, November 03, 2006
Penang and Singapore, a Long Journey (part 1)
Teman-teman, berikut adalah kisah petualangan saya dalam mencari sesuatu yang mahal, yaitu kesehatan. Saya bertualang ke negeri seberang dalam rangka mencari penyelesaian dari telinga saya yang bermasalah. Ya, telinga saya, sudah lebih dari 6 bulan saya mendengar suara memompa dari dalam telinga saya, seperti "wus wus wus" selama 24 jam, all time.Dari info yang saya dapat, teman saya menganjurkan agar saya mencoba berobat ke Glen Eagles, Penang Malaysia. Terus terang saya sudah hands up dengan dokter2 yang ada di Indonesia, karena solusinya adalah operasi penggantian tulang stapes/sanggurdi, itu yang saya hindari.
Dengan nekatnya, Berangkatlah saya tanggal 26 Oktober ke Batam, nyebrang naik ferry ke Singapore. Pengalaman pertama naik MRT tak terlupakan :) bingung tak mengerti caranya, tapi dikit2 sih mulai ngeri deh, rencananya saya akan menuju lavender mrt station dan naik bis transtar yang menuju Penang. Perjalanan sekitar 10 jam saya lewati dengan banyak tidur, bisnya nyaman, jalannya lancar.
Saya bertemu dengan penghubung saya di Penang, Ibu Osslyn namanya, saya langsung diantar ke apartemennya, mandi, dan langsung ke Glen Eagle Hospital untuk bertemu dokter Oh Ewe Lik, ahli THTnya sana. Namun hasilnya sama saja dengan Jakarta, saya disuruh Ops, huh, berat juga sih, tapi.... kalo memang begitu, mau gimana lagi.Saya putuskan saya akan kembali saja ke Jakarta via Medan hari minggunya, jadilah hari sabtunya saya jalan-jalan.

Monday, October 09, 2006
Human Error or ..........

Minggu, 8 Oktober 2006 saya berkunjung ke lokasi yang sekarang menjadi bahan pembicaraan yang hangat, yaitu lokasi semburan lumpur Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Memang sulit dimengerti ketika Mother Nature mulai protes, mungkin ini salah satu caranya. Saya geleng-geleng kepala melihat begitu luasnya daerah yang tertutupi oleh lumpur yang terus menerus keluar sejak (status saat tulisan ini dibuat) 4 bulan yang lalu.
Upaya apa saja sih yang sudah dilakukan? Banyak.... dan memang belum menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, termasuk membangun relief well untuk menghentikan laju semburan lumpur dari perut bumi. Sementara usaha sedang dilakukan, wah....., lumpur terus meninggi, bersaing dengan tanggul yang dibuat oleh pihak Lapindo, sementara warga yang rumahnya sudah terendam hanya bisa mengungsi dengan perasaan sedih, dimana rumahnya, sawahnya, makam sanak saudaranya sudah tidak terlihat lagi karena tertutupi oleh lumpur. Sedang masyarakat yang ada disekitar tanggul pun harus mengungsi, karena takut disapu oleh lumpur apabila tanggul yang hanya di buat dari tanah.... jebol.
Yah, kita harus terus berpacu dengan waktu untuk menghentikan semburan ini, sambil introspeksi diri, kita ini hanya manusia biasa, kemampuan kita terbatas, masih banyak hal-hal di dunia ini yang diluar dari lingkup pemikiran kita, banyak sekali. Ciptaan Tuhan itu luar biasa, exteremely great. Tapi, kita tetap harus berusaha, Ora Et Labora, Berdoa dan Bekerja.
Semoga, penanganan musibah ini dapat berhasil, sehingga musibah tidak makin meluas dan masyarakat yang tertimpa musibah dapat hidup normal kembali seperti sedia kala.
Amin
Tuesday, September 12, 2006
Biro-Crazy
Kapan yah kita dapat duduk bersama, mempunyai 1 visi dan misi yang sejalan, saling mengerti, mengalah, melengkapi, bukannya menonjolkan ke-AKU-an nya (Big Brother Problem).
Ya, mungkin itu hanya suatu impian saja, karena sifat dasar manusia yang memang ego centris, tapi bisa juga itu menjadi kenyataan, kita berdoa saja.
Solusi? ada ga? hmmmm... jalanin aja kale... ada pepatah... Licin seperti ular, tapi tulus seperti merpati, bisa kah? kita coba yuk...
Dari yang resah
Friday, September 01, 2006
Bangkok, an Exotic Town (really)


Tanggal 20 Agustus 2006 saya melakukan perjalanan luar negeri pertama saya (kasian deh lo) ke negeri gajah putih, Thailand. Walaupun tidak ketemu gajah putihnya, tapi saya tetap ketemu gajahnya sih... :D
Saya kesana bertiga dengan teman and bozz saya, walaupun tujuannya agak, hehehe..... gitu deh, pokoknya resmi lah :p
Bangkok, sama aja deh kayak Jakarta. Macet, rame, mall nya penuh, hanya aja ada satu yang menarik
(apa tuh... jangan ngeres yah..)
Hampir saya nggak liat lalat dijalan-jalan. Penduduknya cukup disiplin dalam hal kebersihan, dan ongkos-ongkos juga kayaknya hampir sama dengan Jakarte ini.
kesulitan yang paling sering menghadang adalah masalah bahasa, jarang banget orang yang bisa berbahasa Indonenglish (iya lahhhh.....) dan juga bahasa inggrisnya, plus juga tidak bisa baca huruf kapital, bisanya baca huruf thai yang kaya cacing itu. Walah, next time kalo mo keluar negeri ke Eropah ajah dah... :p
Teman saya juga menyarankan saya untuk jalan-jalan ke "P" untuk melihat-lihat yang menarik, tapi.... ah, saya bukan tipe orang yang seperti itu.... hihihihi... (ga sempet kale...) jadi saya cukup berjalan-jalan di daerah sekitar hotel saja, hotel Grand majestic, di Sukumvit Road. Ada atraksinya juga loh, daerah situ adalah daerah bule dan arab, ada hotel marriot di sebelah hotel saya, terus banyak bar-bar gitu plus cewek-ceweknya. Memang pemandangannya cukup berbeda dengan Jakarta, lebih menggoda mata pria, tapi, so what geto looo... :p
Tugas saya disana juga berhasil dengan baik, pihak perusahaan yang ditemui juga menyambut antusias, pihak KBRI juga menyambut baik, pokoknya ok deh. Hanya saja, masalah makanan, saya cukup prihatin, prihatin karena banyak yang enak-enak tapi ga bisa saya makan :p kasian deh, paling chicken aje yang bisa saya santap.
Jalan-jalan.... yah paling ke Grand Palace, bagus banget tempatnya, hehehe... seringnya ke mall doang, ke MBK (Ma Bong Krong, kalo ga salah), Paragon (kaya Sogo), Suan Lum Night Market. Biasa, beli oleh-oleh.
Pas kembali ke Jakarta, terasa banget enaknya, terutama masalah komunikasi, saya bisa ngobrol lagi dengan orang lain, bisa beli makanan dengan mudahnya, hihihihi.... makanan mulu, ya gitu deh, tapi.... terus terang saya ga kapok ke bangkok :p
AYO KE BANGKOK LAGIIIII......
Mencoba Blogg

Hmmm... Mumpung lagi bengong di kantor, saya mencoba bikin Blog, hehehehe.. :D nyoba pake blogger.com kaya si "B". Wah, jam segini gue masih di kantor, jumat malam, jam 23.00, lagi nungguin konsultan kerja narik kabel.
Kerjaan lagi gila-gilanya nih, Pimpinan baru, Atasan baru, tugas dan fungsi yang lebih berat lagi. Tapi, saya masih berusaha mengikuti ritme yang benar-benar luar biasa berputar, walau ada "gangguan-gangguan" pada tubuh saya.
Load kerjaan benar-benar luar biasa, plus tekanan yang berlebihan, tapi enjoy saja lah, walaupun beberapa kali pernah kena semprot, hihihihi.....
Tapi bukan saya aja kok yang under pressure, teman-teman yang lain juga, dan dibalik itu semua, saya bersyukur my Savior selalu kasih yang terbaik buat saya, selalu ada jalan untuk saya, God is good.
BTW, yang lagi di Bali gimana nih kabarnya? :">

