Tuesday, November 28, 2006

Waktu Yang Berputar

Wuih..... Waktu.....
"Apa yang harus saya lakukan sekarang? Waktu tinggal segini nih... Ayo cepat...."
Itu yang saya pikirkan kalo sedang melakukan sesuatu tanpa persiapan atau ada tugas dadakan yang harus segera di kerjakan. Kadang, saking banyaknya yang harus saya lakukan, bingung deh mau ngapain, bingung menentukan prioritas, mau mulai dari mana?
Nha, disaat seperti itu, biasanya waktu berjalan dengan cepat, pagi jadi siang, siang jadi sore, sore jadi malam, dan istirahatlah kita, berulang dan berulang terus....
Itulah yang saya rasakan saat ini, dulu sih waktu masih sekolah, idihhh... waktu lama amat ya, kapan lulusnya yah? Gimana rasanya temen saya yang ga naik kelas ya? hehehe...
Diwaktu seperti saat ini, ketika kita harus mengambil keputusan yang cepat, kita memang harus berpikir dan berpikir lagi, namun juga harus cepat dalam mengambil keputusan. Yah, saya memang terkadang tidak cepat dalam mengambil keputusan, terkadang saya berpikir terlalu lama, namun kata orang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tapi one thing for sure, waktu tidak akan pernah kembali, kata falsafah "B-3" teman koe dalam blognya "A-Bus Ride" ada satu kata yang saya sorot yaitu "it is a one-time bus ride".
Ya, hidup memang hanya sekali, semua orang tahu. Karena itu, ayoh kita semangat, semangat melakukan yang terbaik. Saya sangat bersyukur, karena saya ternyata dikelilingi dengan teman-teman ataupun saudara yang memperhatikan saya dengan baik, mendukung saya, yang terkadang tanpa saya sadari bahwa mereka merupakan bagian penting dari kehidupan saya. Tapi yang paling utama.... yap.... My Lord, Our Lord, Jesus Christ, di atas segalanya, my deepest thanks to your blessed.....
Ayo teman, do your best, kita bertarung dengan waktu, and God Bless You All.
NB :
To "H", i promise that i will never change to you :)
kalo mo di telp, bilang aja yah

Tuesday, November 14, 2006

Kawah Putih Ciwidey


Lima Sekawan sedang ke Ciwidey, kapan ya kita jalan lagi? Mungkin gak ya? :D
Peace in our heart will keep us close.

Sunday, November 05, 2006

Penang and Singapore, a Long Journey (part 2)

Setelah puas jalan-jalan keliling Penang Island, akhirnya tibalah waktunya buat saya kembali ke Jakarta. Rencananya saya akan pulang via medan, namun saya tidak bisa mendapatkan tiket untuk naik ferry yang ke Medan,penuh semua. Akhirnya saya putuskan saya kembali ke Singapore dan mencoba mencari tiket pulang dari sana. Jadilah saya mencari tiket bus, dan dengan mudahnya saya dapatkan, terhitung murah looo, sekitar RM 75 atau sekitar Rp 190.000,-

Jadilah saya kembali ke Singapore, berangkat dari Penang jam 09.00 pagi dan masuk daerah Singapore sekitar pukul 19.00 local time. Ada satu kejadian yang bikin saya deg-degan, yaitu saat memasuki imigrasi Singapore.Ketika semua orang lewat hanya dengan 1 pertanyaan, saya harus menjawab beberapa pertanyaan, seperti tujuannya kemana, mau nginap dimana, kenapa balik lagi ke Singapore, dah gitu si petugasnya ini nelp temennya, trus nanya mengenai seseorang yang bernama "AGUS....Bla Bla Bla", saya pun menunggu dengan penuh kekhawatiran. Tapi, fiuhh..thank's God akhirnya passport saya di cap dan saya bisa lewat, ah.... aneh-aneh saja.

Saya mendapatkan hotel di daerah Bugis Junction, 7th Storey Hotel namanya, lucu deh ni hotel, hotelnya sekitar 7 lantai, kecil sih, untuk kelas standard $SG 56 permalam. Lucunya kalo mo naik lift, itu harus ada operatornya, kayanya manual banget nih liftnya, dah gitu kamar mandinya juga rame-rame, tapi bersih sih, hihiihi....

Hari berikutnya adalah hari-hari tour saya di kota Singapore, saya ngelancong ke Esplanade Theatre, Merlion Statue di Esplanade Road, Raffles Mall, Orchard Road. Tapi ada satu tempat yang tidak saya rencanakan untuk saya datangi, yaitu Singapore General Hospital. Yak, akhirnya saya putuskan ketemu dengan dokter yang di refer oleh dokter THT Penang, yaitu Dokter Chan Yew Meng, Senior Consultant ENT Department Singapore General Hospital.Kembali saya di examine lagi, dilakukan tes Audiogram, Vocabulary Discrimination. Dr.Chan mengharapkan saya dapat melakukan test MRI untuk kepala saya. Wahhhh.... mahal nih, saya pikir, dan ternyata..... emang mahal :D biayanya $SG 1000 plus. GILAAA...... 6 juta rupiah-an donk. Akhirnya dengan berat hati, saya minta ijin untukmelakukan scan di Jakarta saja, siapa tahu lebih murah (....dan memang lebih murah).

Sehabis dari rumah sakit, lanjut deh kembali tour de Singaporenya, back to Orchard Road, memuaskan windows shopping di mall-mall disana. Malamnya saya bertemu dengan teman lama saya, lyna Pfander di Bugis Junction Mall. Nice to see you again yah, walaupun di negeri orang.
Keesokan harinya pun saya kembali ke Jakarta via Batam setelah perjalanan yang melelahkan. Yah, memang hasil dari journey saya ini mungkin kurang memuaskan, tapi saya positif thinking aja, tidak pernah terpikirkan 3 atau 4tahun yang lalu saya akan bisa melakukan perjalanan seperti ini, perjalanan yang nekat ini, God, cuma karena my dear Lord aja saya bisa begini. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan, sekarang i'm back to my real life again, berjuang, bekerja, berinteraksi dan beribadah.

Friday, November 03, 2006

Penang and Singapore, a Long Journey (part 1)

Teman-teman, berikut adalah kisah petualangan saya dalam mencari sesuatu yang mahal, yaitu kesehatan. Saya bertualang ke negeri seberang dalam rangka mencari penyelesaian dari telinga saya yang bermasalah. Ya, telinga saya, sudah lebih dari 6 bulan saya mendengar suara memompa dari dalam telinga saya, seperti "wus wus wus" selama 24 jam, all time.

Dari info yang saya dapat, teman saya menganjurkan agar saya mencoba berobat ke Glen Eagles, Penang Malaysia. Terus terang saya sudah hands up dengan dokter2 yang ada di Indonesia, karena solusinya adalah operasi penggantian tulang stapes/sanggurdi, itu yang saya hindari.

Dengan nekatnya, Berangkatlah saya tanggal 26 Oktober ke Batam, nyebrang naik ferry ke Singapore. Pengalaman pertama naik MRT tak terlupakan :) bingung tak mengerti caranya, tapi dikit2 sih mulai ngeri deh, rencananya saya akan menuju lavender mrt station dan naik bis transtar yang menuju Penang. Perjalanan sekitar 10 jam saya lewati dengan banyak tidur, bisnya nyaman, jalannya lancar.

Saya bertemu dengan penghubung saya di Penang, Ibu Osslyn namanya, saya langsung diantar ke apartemennya, mandi, dan langsung ke Glen Eagle Hospital untuk bertemu dokter Oh Ewe Lik, ahli THTnya sana. Namun hasilnya sama saja dengan Jakarta, saya disuruh Ops, huh, berat juga sih, tapi.... kalo memang begitu, mau gimana lagi.Saya putuskan saya akan kembali saja ke Jakarta via Medan hari minggunya, jadilah hari sabtunya saya jalan-jalan.
Penang itu kotanya bagus, bersih, nyaman deh buat istirahat, jauh dari kesan bising. Ada beberapa tempat yang saya kunjungi, antara lain Kek Lok Si temple, Bukit Bendera, Penang Butterfly Garden, Batu Feringgi dan Botanical Garden. Gambar di sebelah adalah foto saya di Kek Lok Si temple, sebuah kuil dimana bahan bangunannya asli di impor dari Cina semuanya.


Juga ada yang sangat menarik perhatian saya, yaitu Bukit Bendera. Jadi disediakan kereta yang berjalan diatas rel yang naik keatas gunung dengan sudut kemiringan mencapai 45 derajat. Naiknya aja makan waktu 1/2 jam. Pemandangannya luar biasa, bagus banget. Saya naik sekitar pukul 18.00. Saya bisa melihat kerlap-kerlip lampu di kota Penang. Pokoknya lupa deh sama mal function-nya kuping saya, hehehehe....