Sunday, November 05, 2006

Penang and Singapore, a Long Journey (part 2)

Setelah puas jalan-jalan keliling Penang Island, akhirnya tibalah waktunya buat saya kembali ke Jakarta. Rencananya saya akan pulang via medan, namun saya tidak bisa mendapatkan tiket untuk naik ferry yang ke Medan,penuh semua. Akhirnya saya putuskan saya kembali ke Singapore dan mencoba mencari tiket pulang dari sana. Jadilah saya mencari tiket bus, dan dengan mudahnya saya dapatkan, terhitung murah looo, sekitar RM 75 atau sekitar Rp 190.000,-

Jadilah saya kembali ke Singapore, berangkat dari Penang jam 09.00 pagi dan masuk daerah Singapore sekitar pukul 19.00 local time. Ada satu kejadian yang bikin saya deg-degan, yaitu saat memasuki imigrasi Singapore.Ketika semua orang lewat hanya dengan 1 pertanyaan, saya harus menjawab beberapa pertanyaan, seperti tujuannya kemana, mau nginap dimana, kenapa balik lagi ke Singapore, dah gitu si petugasnya ini nelp temennya, trus nanya mengenai seseorang yang bernama "AGUS....Bla Bla Bla", saya pun menunggu dengan penuh kekhawatiran. Tapi, fiuhh..thank's God akhirnya passport saya di cap dan saya bisa lewat, ah.... aneh-aneh saja.

Saya mendapatkan hotel di daerah Bugis Junction, 7th Storey Hotel namanya, lucu deh ni hotel, hotelnya sekitar 7 lantai, kecil sih, untuk kelas standard $SG 56 permalam. Lucunya kalo mo naik lift, itu harus ada operatornya, kayanya manual banget nih liftnya, dah gitu kamar mandinya juga rame-rame, tapi bersih sih, hihiihi....

Hari berikutnya adalah hari-hari tour saya di kota Singapore, saya ngelancong ke Esplanade Theatre, Merlion Statue di Esplanade Road, Raffles Mall, Orchard Road. Tapi ada satu tempat yang tidak saya rencanakan untuk saya datangi, yaitu Singapore General Hospital. Yak, akhirnya saya putuskan ketemu dengan dokter yang di refer oleh dokter THT Penang, yaitu Dokter Chan Yew Meng, Senior Consultant ENT Department Singapore General Hospital.Kembali saya di examine lagi, dilakukan tes Audiogram, Vocabulary Discrimination. Dr.Chan mengharapkan saya dapat melakukan test MRI untuk kepala saya. Wahhhh.... mahal nih, saya pikir, dan ternyata..... emang mahal :D biayanya $SG 1000 plus. GILAAA...... 6 juta rupiah-an donk. Akhirnya dengan berat hati, saya minta ijin untukmelakukan scan di Jakarta saja, siapa tahu lebih murah (....dan memang lebih murah).

Sehabis dari rumah sakit, lanjut deh kembali tour de Singaporenya, back to Orchard Road, memuaskan windows shopping di mall-mall disana. Malamnya saya bertemu dengan teman lama saya, lyna Pfander di Bugis Junction Mall. Nice to see you again yah, walaupun di negeri orang.
Keesokan harinya pun saya kembali ke Jakarta via Batam setelah perjalanan yang melelahkan. Yah, memang hasil dari journey saya ini mungkin kurang memuaskan, tapi saya positif thinking aja, tidak pernah terpikirkan 3 atau 4tahun yang lalu saya akan bisa melakukan perjalanan seperti ini, perjalanan yang nekat ini, God, cuma karena my dear Lord aja saya bisa begini. Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan, sekarang i'm back to my real life again, berjuang, bekerja, berinteraksi dan beribadah.

No comments: