
Minggu, 8 Oktober 2006 saya berkunjung ke lokasi yang sekarang menjadi bahan pembicaraan yang hangat, yaitu lokasi semburan lumpur Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Memang sulit dimengerti ketika Mother Nature mulai protes, mungkin ini salah satu caranya. Saya geleng-geleng kepala melihat begitu luasnya daerah yang tertutupi oleh lumpur yang terus menerus keluar sejak (status saat tulisan ini dibuat) 4 bulan yang lalu.
Upaya apa saja sih yang sudah dilakukan? Banyak.... dan memang belum menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, termasuk membangun relief well untuk menghentikan laju semburan lumpur dari perut bumi. Sementara usaha sedang dilakukan, wah....., lumpur terus meninggi, bersaing dengan tanggul yang dibuat oleh pihak Lapindo, sementara warga yang rumahnya sudah terendam hanya bisa mengungsi dengan perasaan sedih, dimana rumahnya, sawahnya, makam sanak saudaranya sudah tidak terlihat lagi karena tertutupi oleh lumpur. Sedang masyarakat yang ada disekitar tanggul pun harus mengungsi, karena takut disapu oleh lumpur apabila tanggul yang hanya di buat dari tanah.... jebol.
Yah, kita harus terus berpacu dengan waktu untuk menghentikan semburan ini, sambil introspeksi diri, kita ini hanya manusia biasa, kemampuan kita terbatas, masih banyak hal-hal di dunia ini yang diluar dari lingkup pemikiran kita, banyak sekali. Ciptaan Tuhan itu luar biasa, exteremely great. Tapi, kita tetap harus berusaha, Ora Et Labora, Berdoa dan Bekerja.
Semoga, penanganan musibah ini dapat berhasil, sehingga musibah tidak makin meluas dan masyarakat yang tertimpa musibah dapat hidup normal kembali seperti sedia kala.
Amin
No comments:
Post a Comment